Teknik Perminyakan sebetulnya adalah bidang ilmu yang mempelajari bagaimana terbentuknya minyak dan gas bumi di bawah permukaaan tanah, sehingga dapat diketahui jumlah cadangan yang ada, dan selanjutnya dapat diproduksikan ke permukaan dalam bentuk crude oil ataupun gas alam. Seiring dengan perkembangan dalam industri energi, panas bumi juga tercakup di dalam teknik perminyakan ini. Di dalam industri migas, teknik perminyakan ini diterapkan dalam industri hulu (upstream).
Jumat, 10 Juni 2016
MENTERI ENERGI ARAB SAUDI OPTIMIS HARGA MINYAK MENTAH AKAN MENCAPAI US$60 PER BAREL
indoPetroNews.com - Menteri Energi Arab Saudi, Khalid Al Falih, yang baru dilantik, merasa optimis bahwa harga minyak mentah akan mencapai US$60 per barel.
"Sikap yang tepat untuk dilakukan sekarang adalah terus memantau pasar dan membiarkan pasar bekerja. (Pasar) ini bekerja menguntungkan kita sekarang," kata Al Falih, seperti yang dilansir oleh CNN beberapa waktu saat pertemuan OPEC awal bulan lalu di Wina, Austria.
Al Falih yang baru saja ditunjuk untuk mengurus sektor perminyakan Saudi menggantikan Ali Al Naimi pada Mei lalu tersebut juga menyatakan bahwa harga minyak "sangat mungkin" berada pada US$60 per barel pada akhir tahun ini dan naik lebih tinggi pada tahun 2017 pun bisa terjadi. Ia menilai supply dan demand minyak telah "terkonvergensi" dan harga telah terangkat akibat banyaknya gangguan produksi.
Menurut Al-Falih, tokoh yang juga menjabat sebagai pimpinan Saudi Aramco ini, mengingatkan bahwa harga minyak pada US$50 tidak cukup untuk menarik investasi yang dibutuhkan untuk keberlanjutan sektor perminyakan.
Dalam jangka panjang, Al Falih mengkhawatirkan akan terjadinya kelangkaan yang bisa mengakibatkan lonjakan harga, dimana itu berpotensi kontraproduktif bagi stabilitas harga minyak.
Meski begitu, kekhawatiran tersebut tak cukup untuk membuatnya berkompromi dengan Iran. Ia mengakui bahwa setiap negara memiliki hak untuk mengatur produksi minyaknya masing-masing, tetapi Al Falih menegaskan kembali posisi Saudi yang mengharuskan Iran ikut melaksanakan kesepakatan apapun yang dicapai OPEC dalam rangka membatasi output.
Selain itu, meskipun tak ada kesepakatan kuota, Al Falih melontarkan beberapa pernyataan yang agaknya diharapkan dapat meredam kecemasan pasar.
"Kami akan sangat berhati-hati dalam pendekatan kami dan memastikan bahwa kami tidak mengejutkan pasar dengan cara apapun," tandas Al-Falih.
Lebih lanjut, saat ditanya tentang apakah Saudi akan mengakselerasi aktivitas produksinya, ia menjawab, "Tak ada alasan untuk mengekspektasikan Arab Saudi akan membanjiri (pasar dengan surplus baru)." (Sofyan)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar